Uncategorized

Anastesi Lokal, Hiiii…Syeereeemmm!!!


Tanggal 3 Juni 2009, bayiku yang ketiga lahir lewat ceksio sesarea. Sebenarnya HPL tanggal 2 Juni dan saat itu sudah ada tanda lahir yang keluar dari jalan lahir. Namun ditunggu sampai sore jabang bayiku tak kunjung keluar. Periode kontraksi perutku juga tergolong lama.

 

Akhirnya 2 Juni petang, kami datang kepada dokter spog yang menanganiku. Everything is OK, except ketuban. Setelah dilihat, ternyata volume ketubanku sudah sedikit. Dokter tak bisa memberi rangsang kontraksi, karena sebelumnya aku telah mengalami caesar (bayiku yang kedua juga lewat caesar), akhirnya diputuskan besok pagi aku harus menjalani operasi. Oh…..My God. Aku sangat nervous. Aku teringat ”pengalaman” Ikal yang mengalami shock analypatic saat disunat dan dicabut gigi gerahamnya oleh Dokter Budi Ardias. Bagaimana jika aku juga mengalaminya???!!!

Hiiii…..syeereeeemmm…..Selesai check up, kami langsung pulang. Kami harus menyiapkan energi dan mental untuk operasi besok.

 

Sampai rumah aku langsung mandi. Aku benar-benar depresi. Masih teringat jelas rasa sakit pasca operasi yang dulu. Duhhh….Tuhan. Kuatkan aku. Beberapa saat kemudian, perutku kontraksi lagi. Sakitnya luar biasa. Karena sudah tak tahan, kami memutuskan kembali ke rumah sakit dan akan tetap tinggal dirumah sakit sampai jadwal operasiku tiba. Setelah dicek, ternyata masih sama ”bukaan satu.”

 

Mungkin benar kata orang-orang, hamil ketiga justru yang paling sakit. 3 minggu sebelum jadwal lahir, aku bahkan mengalami kontraksi Braxton Hicks (his) dan harus opname. Tapi opname diruang melahirkan, justru membuat aku semakin depresi. Bayangkan dalam semalam, aku mendengar 4 ibu-ibu melahirkan sambil mengadu kesakitan.

 

Pukul 08.30 aku masuk ruang pre operasi. Aku sudah pasrah pada Yang Membuat Hidup. If God wanna make people die, whenever  is possible. Aku harus menunggu Sang Dokter agak lama. Tapi kok aneh….selang kantong kemihku belum dipasang juga. Setelah rasa penasaranku jebol, aku bertanya pada paramedis yang ada di  sekitarku.

“Kok….selang kantong kemih saya belum dipasang ya..?”

“Oh…nanti dipasang di ruang operasi!”

 

Aku mencoba paham. Dokterku yang penyabar dan selalu memberi support datang. ”Bu, kita mulai operasinya ya! Bismillah dulu!” katanya sambil tersenyum. Aku cuma menggangguk. Suamiku tidak boleh ikut. Padahal aku ingin sekali memegang tangannya. Aku butuh cinta dan perlindungannya dalam kondisi seperti ini.

 

Setelah semua peralatan dipasang, di atas tulang rusukku dipasang hijab berwarna hijau. Kok aneh!! Suntikan di tulang punggungku tak sesakit yang dulu. Suntikan dibawah kulit untuk mengecek apakah aku alergi obat atau tidak yang justru menyakitkan. Saat kutanya mengapa kok bisa begitu? Paramedisnya menjawab, karena lokasi suntikan dibawah kulit, suntikan ’biasa” jauh lebih dalam.

 

Setelah dipastikan bahwa area perutku tidak merasa sakit, operasi segera dimulai. Terasa sekali, jika perutku dirobek, ditekan, dibuka. Sangat mengerikan. Bunyi gunting, pisau dan detak jantungku terdengar. Untuk mengusir rasa takutku, aku memejamkan mata. Tanganku dipegang oleh paramedis, sepertinya dia tahu kalau aku ketakutan dan mencoba meyakinkan bahwa everything would be okey. Duh dokter, kenapa aku tidak dibius total aja sih? Supaya aku tak mengetahui semuanya. Toh rasa sakit pasca operasi juga sama. Hatiku tak henti-henti membaca syahadat dan shalawat.

 

Beberapa saat kemudian, dokter membangunkan aku. ”Bu, bangun bu! Ini anaknya!,” kata dokterku. Subhanallah, lucu sekali Abimanyu. Kepalanya bulat, rambutnya tebal, kulitnya merah. Dan yang terpenting, dia bayi yang sempurna. Alhamdulillah. Semoga jadi anak yang soleh, baik, pintar dan qurrota ’ayun. Amien.

One thought on “Anastesi Lokal, Hiiii…Syeereeemmm!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s