SCIENCE

Resensi Buku: Kartun Biologi Genetika


Judul Buku: Kartun Biologi Genetika
Juudul Asli: The Cartoon Guide To Genetics
Penulis: Larry Gonick dan Mark Wheelis
Penerjemah: Tri Pujanarto
Penyunting: Christina M Udiani
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2001
Tebal: vii + 218 halaman

Sebenarnya isi buku ini sama dengan buku-buku teks biologi genetika lainnya. Menyajikan teori-teori ilmu genetika, mulai dari sejarah munculnya pembedaan benda mati dengan benda hidup, diikuti kesimpulan beberapa benda cenderung membiakkan dirinya sendiri. Bahwa laki-laki sebenarnya terlibat dalam pembuatan bayi, pematahan teori Generatio Spontanea, penemuan gen oleh pastur Gregor Mendel, sampai perdebatan rekayasa genetik yang tidak kunjung menghasilkan kesepakatan.

Yang membedakan buku ini dengan buku teks biologi genetika lainnya adalah teknik penyajian materi yang full gambar dan penggunaan kalimat-kalimat yang ringan. Pada setiap halaman selalu ada celotehan menggelitik, bahkan dialog lucu,kadang-kadang seksis tapi tetap fokus pada tema. Pada bab Pada Jaman Purba, halaman 16 misalnya yang membahas teori Aristoteles bahwa air mani laki-laki menentukan rupa bayi, sedangkan ibu hanya menyediakan semua bahan pembuat bayi dan perempuan ada karena campur tangan darah si ibu,terdapat monolog domba belang, “Cairan siapa ya yang membikin belangku ini?”. Atau pada bab Sains Terus Bergerak Maju! Halaman 27 saat membahas pernyataan Ex Ovo Omnia-nya Willian Harvey, ada dialog seorang laki-laki,” Signora! Ijinkan saya melihat organ Anda! Ini ilmiah…” yang dibalas oleh perempuan “Oh jangan!!! Signor Fallopio! Kendalikan dirimu!”

Selain itu buku ini tidak mengikatkan diri pada aturan-aturan baku penulisan buku pengetahuan ilmiah yang kaku dan kering. Bentuk kata pengantar bukan lagi sederetan kalimat yang berisi ucapan terima kasih dan ringkasan isi buku, tapi gambar kartun perempuan hamil dan rangkaian DNA disertai prolog “Hidup REPRODUKSI. Tanpa kehadiranmu buku ini, pengarang dan pembacanya tidak akan pernah ada”.

Demikian pula daftar pustaka tidak hanya berisi judul buku, nama pengarang, tahun cetak, edisi dan nama penerbit seperti buku-buku ilmiah konvensional lainnya, tapi ditambah dengan komentar atas isi buku disertai dengan gambar pendeta Siria yang sedang menyerbuk pohon kurma, rangkaian protein, replikasi RNA dan kartun monster hasil rekayasa genetik. Pustaka dengan judul Moleculer Genetics karya Stent G. misalnya, dikomentari oleh Larry Gonick dan Mark Wheelis “Sangat detil, edisi pertama yang ditulis oleh Stent sendiri adalah sebuah karya klasik meskipun kuno”

Rupanya penulis buku Kartun Biologi Genetika menggunakan teori accelerated learning. Teori ini didefinisikan sebagai “memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal dan dibarengi dengan kegembiraan”. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan: hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik dan kesehatan emosional. Namun semua unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif (Bobbi De Porter & Mike Hernacki, 1999).

Berkaitan dengan permainan dan warna, accelerated learning mendasarkan diri pada proposisi bahwa otak menyimpan semua informasi apa pun, tapi hanya mengingat apa yang diperlukannya dan yang mempunyai arti dalam hidup kita. Inilah yang membedakan memori dengan daya ingat. Memori menyimpan informasi apapun yang dilihat, didengar, diraba, dikecap, dicium oleh indera manusia. Sedangkan daya ingat hanya mengingat apa yang berarti dalam hidup kita.

Pada umumnya kita paling ingat informasi yang dicirikan oleh asosiasi inderawi terutama visual dan kualitas yang menonjol atau berbeda. Pengalaman-pengalaman yang melibatkan penglihatan, sentuhan, rasa atau gerakan umumnya sangat jelas dalam memori kita. Apalagi pengalaman-pengalaman yang melibatkan lebih dari satu indera, pasti akan lebih diingat oleh memori otak kita.

Konsep inilah yang sebenarnya diterapkan oleh Larry Gonnick dan Mark Wheelis, ketika menulis buku ini. Terbukti dengan banyaknya penggunaan gambar saat memaparkan materi serta penonjolan kata-kata kunci dengan cara memperbesar ukuran huruf dan pembedaan warnanya. Ambil contoh pada bab Rekayasa Genetik, kata-kata kunci yang ditonjolkan adalah DNA Rekombinan, E. Coli (hal. 180), endonukleus pembatas (hal. 182), saham (hal. 183), ligase (hal. 184), cloning gen, plasmid (hal. 185) dan masih banyak lagi.

Yang jelas buku Kartun Biologi Genetika sangat lihai memaparkan materi ilmu biologi genetika agar mudah dimengerti dan menyenangkan untuk dibaca.

2 thoughts on “Resensi Buku: Kartun Biologi Genetika

  1. Fantastic beat ! I wish to apprentice while you amend your website, how can i subscribe for a blog web site? The account aided me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear concept afeeeekkaebb

    Suka

  2. I got what you intend, thankyou for putting up.Woh I am lucky to find this website through google. Being intelligent is not a felony, but most societies evaluate it as at least a misdemeanor. by Lazarus Long. ddkdkeafbdak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s