OPINI

Cazacu


Hari ini saya membaca kolom “Internasionalnya” Jawa Post. Mata saya langsung tertarik dengan kalimat yang dicetak besar-besar “Tak Rela Lihat Warga Sengsara, Wali Kota Florin Cazacu Mogok Makan.”

Saya langsung melipat koran agar nyaman membaca. Ceritanya tentang pencabutan subsidi bahan bakar di negara Rumania sebagai dampak krisis keuangan Eropa.  “Musim dingin tahun ini bakal menjadi masa paling berat bagi sedikitnya 17 ribu penduduk Brad. Pemerintah pusat mencabut subsidi bahan bakar yang biasanya digunakan untuk menyalakan penghangat ruang di rumah-rumah warga dan perkantoran. Artinya, warga kota di pinggir tambang emas paling terkenal di Rumania ini harus bertahan dalam udara dingin selama krisis berlangsung. Bukan hanya warga dewasa, tetapi juga anak-anak dan lanjut usia.” Begitu tulisan dalam Jawa Post edisi 25 Nopember 2011.  

Udara dingin yang harus ditanggung oleh penduduk Brad mencapai minus 30 derajat Celcius. Benar-benar jauh di bawah titik beku air.

Cazacu, pemimpin yang mampu berempati terhadap penderitaan rakyatnya bertekad akan mempergunakan kekuasaannya untuk membela penduduk kota Brad melalui aksi mogok makan sampai pemerintah pusat Rumania menggelontorkan kembali subsidi bahan bakar setidaknya untuk musim dingin tahun ini.

Titik awal krisis keuangan Eropa adalah tragedi Mortgage di Amerika Serikat. Gagal bayar para debitur rumah di AS telah menumbangkan lembaga investment banking dan perusahaan-perusahaan lain sebagai efek domino. Selanjutnya tumbangnya perusahaan-perusahaan multinasional AS juga menggoyang stabilitas ekonomi negara lain, salah satunya Rumania. Bagi Rumania, salah satu solusi untuk mengatasi keadaan ini adalah pencabutan subsidi bahan bakar yang dianggap membebani anggaran belanja Negara.

Seharusnya Indonesia bisa bercermin dari pegalaman buruk Rumania. Berusaha mengurangi defisit anggaran negara dengan tidak belanja hal-hal yang tidak perlu dan bisa ditangguhkan. Ini pula yang dulu dilakukan oleh Jepang saat memulai Restorasi Meiji. Tak tanggung-tanggung, ;penekanan inefisiensi konsumsi ini tercermin pada Surat Perintah Kekaisaran yang berbunyi: “Marilah kita hindarkan kemewahan-kemewahan, sehingga kita dapat setaraf dengan dunia; sesungguh-sungguhnyalah  pembangunan kekuatan produktif nasional kita berakar dari kepatuhan yang luhur….Semoga kalian rakyatku, mencamkan benar-benar harapan-harapan ini.” (Ranis dalam Ohkawa et al, 1993). Semoga spirit Cazacu segera menular kepada pemerintah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s