FORESTRY

Kode Referensi 15 Digit Pada Iuran Kehutanan


Dasar Hukum yang dipakai pada pemberian kode referensi 15 Digit adalah Peraturan Menteri Kehutanan No. P.16/Menhut-II/2006 jo Peraturan Menteri Kehutanan No. P.28/Menhut-II/2007 tentang Tata Cara Penulisan Referensi 15 Digit Pada Pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), Dana Reboisasi (DR) dan Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (IIUPH).

Kode referensi 15 digit ini diberikan oleh Dinas kabupaten/Kota yang terdiri dari 2 digit kode provinsi (digit ke-1 dan ke-2), 2 digit kode kabupaten/kota (digit ke-3 dan ke-4), 3 digit kode registrasi perizinan (digit ke-5, ke-6 dan ke-7), 4 digit kode nama pemegang izin/wajib bayar (digit ke-8, ke-9, ke-10 dan ke-11), 2 digit kode tahun tagihan (digit ke-12 dan ke-13) dan 2 digit kode bulan tagihan (digit ke-13 dan ke-14). Kode provinsi dan kabupaten/kota dapat dilihat pada Lampiran Permenhut No. P.16/Menhut-II/2006.

Kode  registrasi perizinan dibedakan menjadi 5, yaitu:

1.  Perizinan yang dikeluarkan pusat untuk hasil hutan kayu dari hutan alam

A/B/C 01 s.d 99. Contoh: A01, A02, A03….A99. Jika sampai A99 masih kurang, maka menggunakan B01 dan seterusnya. Jika sampai B99 masih kurang juga, maka menggunakan C01 dan seterusnya.

2. Perizinan yang dikeluarkan pusat untuk hasil hutan kayu dari hutan tanaman

D/E/F 01 s.d 99. Contoh: D01, D02, D03….D99. Jika sampai D99 masih kurang, maka menggunakan E01 dan seterusnya. Jika sampai E99 masih kurang juga, maka menggunakan F01 dan seterusnya.

3. Perizinan yang dikeluarkan provinsi

G/H/I 01 s.d 99. Contoh: G01, G02, G03….G99. Jika sampai G99 masih kurang, maka menggunakan H01 dan seterusnya. Jika sampai H99 masih kurang juga, maka menggunakan I01 dan seterusnya.

4. Perizinan yang dikeluarkan kabupaten/kota

J/K/L 01 s.d 99. Contoh: J01, J02, J03….J99. Jika sampai J99 masih kurang, maka menggunakan K01 dan seterusnya. Jika sampai K99 masih kurang juga, maka menggunakan L01 dan seterusnya.

5. Perizinan hasil hutan bukan kayu

M/N/O 01 s.d 99. Contoh: M01, M02, M03….M99. Jika sampai M99 masih kurang, maka menggunakan N01 dan seterusnya. Jika sampai N99 masih kurang juga, maka menggunakan O01 dan seterusnya.

Jika terjadi pemekaran provinsi dan atau kabupaten/kota, maka kode provinnsi/kabupaten/kota yang baru melanjutkan kode yang lama. Jadi jika saat ini kode provinsi/kabupaten/kota terakhir adalah 33, maka provinsi/kabupaten/kota selanjutnya adalah 34 dan seterusnya. Seandainya terdapat kabupaten/kota yang pindah kepada provinsi lain, maka kode lama tidak dipakai.

Jika wajib bayar belum melakukan registrasi kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota, maka kode nama pemegang izin/wajib bayar menggunakan kode kros (X) yang hanya berlaku selama 3 bulan. Selanjutnya Kepala Dinas Kabupaten/Kota wajib menetapkan kode registrasi perizinan dan  kode inisial wajib bayar.

Sanksi yang diberikan kepada wajib bayar jika tidak mencantumkan kode referensi 15 digit adalah sanksi administratif penghentian pelayanan.

Berikut adalah Kode Provinsi sebagaimana disebutkan pada Lampiran Permenhut No. P.16/Menhut-II/2006:

01 Nanggroe Aceh Darusalam

02 Sumatera Utara

03 Sumatera barat

04 Jambi

05 Sumatera Selatan

06 Riau

07 Bengkulu

08 Lampung

09 Bangka Belitung

10 DKI Jakarta

11 Jawa Barat

12 Banten

13 Jawa Tengah

14 Dista Yogyakarta

15 Jawa Timur

16 Kalimantan Barat

17 Kalimantan Tengah

18 Kalimantan Selatan

19 Kalimantan Timur

20 Sulawesi Utara

21 Gorontalo

22 Sulawesi Tengah

23 Sulawesi Tenggara

24 Sulawesi Selatan

25 Bali

26 Nusa Tenggara Barat

27 Maluku

28 Papua

29 Nusa Tenggara Timur

30 Maluku Utara

31 Kepulauan Riau

32 Irian Jaya Barat

33 Sulawesi Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s